Minggu, 06 Oktober 2013

Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi

Perilaku etika dalam profesi akuntansi

 
     Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya, namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.
       Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.
        Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Ditinjau dari sudut auditor independen, auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan, tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut.
    Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.
Etika Profesional Profesi Akuntan Publik
      Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.
     Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.
1. Akuntansi sebagai profesi dan peran akuntan.
Profesi akuntansi merupakan sebuah profesi yang menyediakan jasa atestasi maupun non-
Atestasi kepada masyarakat dengan dibatasi kode etik yang ada. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.
     Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen.
PERAN akuntan dalam perusahaan tidak bisa terlepas dari penerapan prinsipGood Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan. Meliputi prinsip kewajaran(fairness), akuntabilitas (accountability), transparansi (transparency), dan responsibilitas (responsibility).
Peran akuntan antara lain :
1. Akuntan Publik (Public Accountants)
 Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalah akuntan independen yang memberikan  jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnyamendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari DepartemenKeuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasaperpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan system manajemen.
2. Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntanintern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.
3. Akuntan Pemerintah (Government Accountants)
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya dikantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).
4. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.
2. Ekspektasi Publik.
Masyarakat pada umumnya mengatakan akuntan sebagai orang yang profesional khususnya di dalam bidang akuntansi. Karena mereka mempunyai suatu kepandaian yang lebih di dalam bidang tersebut dibandingkan dengan orang awam sehingga masyarakat berharap bahwa para akuntan dapat mematuhi standar dan sekaligus tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dalam hal ini, seorang akuntan dipekerjakan oleh sebuah organisasi atau KAP, tidak akan ada undang-undang atau kontrak tanggung jawab terhadap pemilik perusahaan atau publik.Walaupun demikian, sebagaimana tanggung jawabnya pada atasan, akuntan professional publik mengekspektasikannya untuk mempertahankan nilai-nilai kejujuran, integritas, objektivitas, serta pentingannya akan hak dan kewajiban dalam perusahaan.
3. Nilai – Nilai etika Vs teknik akuntan / auditing.
 Integritas: setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi,kejujuran dan       konsisten.
      Kerjasama: mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam tim.
            Inovasi: pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan proses kerja Denan metode baru.
    Simplisitas: pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul, dan masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Teknik akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntan yang menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
4. Perilaku etika dalam pemberian jasa akuntan publik.
Dari profesi akuntan publik inilah Masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas Tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan Keuangan oleh manajemen perusahaan. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi Masyarakat, yaitu:
Jasa assurance adalah jasa profesional independen Yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan.
         Jasa Atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan Prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).
      Jasa atestasi Adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang Independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai Dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.
        Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan public Yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan Negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. 
Sumber : http://kautsarrosadi.wordpress.com/2012/01/31/perilaku-etika-dalam-profesi-akuntansi/

Rabu, 29 Mei 2013

Toefl Strategis For Listening Section



Only Study the English that TOEFL Uses

Strictly English's tutors only focus on the English you need for the Listening Section of the TOEFL. For example, because almost every TOEFL lecture uses adverbials and adverbial phrases to introduce an opposing point of view, we make sure that you understand that grammatical pattern.
Improve your Knowledge of Academic Content

The TOEFL listening section has you listen to lectures and class discussions from various academic subjects like biology, psychology, art history, geology, literature, etc. This is why our Listening Package gives your close to 300 lectures on various academic topics. These lectures will make you more confident when listening to university lectures.
Strengthen your Listening by Reading. Presenting, and Transcribing

Many people think that the best way to improve your listening is to listen, listen, listen. And, yes: this will help. But listening to English is just one of four ways to improve your listening. In addition, we have our students read academic lecture, give presentations on academic topics, and copy written versions of lectures.
Ear Training

Many students have trouble understanding lectures and conversations because they are unable to hear the words that native speakers of English either verbally contract together or "swallow" when talking. Our ear training exercises help you hear these verbal contractions and these swallowed words so that you will have a better understanding of what you're listening to.
Explain Wrong Answers

It's not only important to know which answer choice is correct. It is also very important to know why a wrong answer choice is wrong. As we train you to explain why an incorrect answer choice is wrong, you will strengthen your critical ability to answer questions more quickly.
Write TOEFL Test Questions

If you can begin thinking like a TOEFL-test writer, then you'll be able to identify the tricks and traps TOEFL puts into their answer choices. So we have you wr ite your own TOEFL questions to various TOEFL lectures.
Align the TOEFL books from easiest to hardest

Because some TOEFL books are more advanced than others, Strictly English has sequenced the TOEFL books on the market from easiest to hardest so that as your study of Listening will become more challenging as you go.

Grammar On Toefl Test

TENSES
1. Simple present tense
    This tense is usually not use to indicate present time. However, it is used to indicate present time (now) with the following stative verbs; know, understand, have, believe, hate, need, hear love, appear, see, see, like seem, smell, want, taste, wish, sound, and own. Simple present tense is also used to indicate a regular or habitual action.
Examples :
·                     She loves her parents every time
·                     I get holiday every sunday
2. Present Progressive (continuous)
Subject  +  {am; is;  are}  +  [verb + ing]
   The  present progressive is used to indicate present time (now) with all but the stative verbs listed previously. It is also used to indicate future time.
Examples :
·                     I am writing a letter now
·                     We are working hard for this time
3. Simple Past Tense
    The simple past is used for a completed action that happened at one specific time in the past.
Examples :
·                     She advised her friend when they went togethet last day
·                     I eat rice because I felt hungry
4. Past Progressive (continuous)
Use of Past Progressive
a.. puts emphasis on the course of an action in the past
    Example: He was playing football.
b. two actions happening at the same time (in the past)
    Example: While she was preparing dinner, he was washing the dishes.
c. action going on at a certain time in the past
    Example: When I was having breakfast, the phone suddenly rang
5. Present Perfect
Subject  +  [has/have]  +  [verb in past participle] …
   We use the Present Perfect to say that an action happened at an unspecified time before now. The exact time is not important. You CANNOT use the Present Perfect with specific time expressions such as: yesterday, one year ago, last week, when I was a child, when I lived in Japan, at that moment, that day, one day, etc. We CAN use the Present Perfect with unspecific expressions such as: ever, never, once, many times, several times, before, so far, already, yet, etc.
Examples :
·                     I have seen that movie twenty times.
·                     We have already written our reports
·                     Maria hasn’t called her parents yet
6. Present Perfect Progressive (continuous)
Subject  +  [has/have]  +  been  +  [verb+ing]
Use of Present Perfect Progressive
a. puts emphasis on the duration or course of an action (not the result)
    Example: She has been writing for two hours.
b. action that recently stopped or is still going on
    Example: I have been living here since 2001.
c. finished action that influenced the present
    Example: I have been working all afternoon.
7. Past Perfect
Subject  +  had  +  [verb in past participle]…
           
Examples :
·                     You had studied English before you moved to New York.
·                     John went home after he had gone to the store
8. Past Perfect Progressive (continuous)
Subject  + had  + been  +  [verb+ing]…
Examples :
Nate had been working at the university forforty-five years before he retired
 
 
 
The Example of Grammar in Toefl Questions


1. In 1791, Quebec was divided into two
sections, Upper Canada and Lower Canada,
_____________ were ruled by elected
assemblies.
(A) they both
(B) both of them
(C) in which both
(D) both of which
Answer : D (both of which)
 This choice correctly follows the pattern quantifier + of + relative pronoun.
2. A number of the materials used in manufacturing paint are potential dangerous if mishandled.
            A                                                                          B        C                              D
Answer : C (potential)
 An adverb (potentially), not an adjective (potential), is needed.
3. __________ experimental studies of the
aging process, psychologist Ross McFarland
determined that people could work
productively much longer than had
previously been thought.
(A) In that
(B) Through
(C) Since
(D) Into
Answer : B (Through)
 This sentence can be correctly completed only with an introductory prepositional phrase (Through experimental studies).
 
sumber:  
- http://melaniapuspa.blogspot.com/2013/05/grammar-toefl-test.html
- http://ardikahenrisal.blogspot.com/2012/04/contoh-soal-toefl-dan-pembahasannya.html

Minggu, 30 Desember 2012

Tugas Softskill Bahasa - 4


Contoh Catatan Kaki Pada Artikel

B. Sejarah dan Perkembangan Hukum Internasional
Hukum internasional sebenarnya sudah sejak lama dikenal eksisitensinya, yaitu pada zaman Romawi Kuno. Orang-orang Romawi Kuno mengenal dua jenis hukum, yaitu Ius Ceville dan Ius Gentium,Ius Ceville adalah hukum nasional yang berlaku bagi masyarakat Romawi, dimanapun mereka berada, sedangkan Ius Gentium adalah hukum yang diterapkan bagi orang asing, yang bukan berkebangsaan Romawi.
 “Dalam perkembangannya, Ius Gentium berubah menjadi Ius Inter Gentium  yang lebih dikenal juga dengan Volkenrecth (Jerman), Droit de Gens (Perancis) dan kemudian juga dikenal sebagai Law of Nations(Inggris)*)

“Sesungguhnya, hukum internasional modern mulai berkembang pesat pada abad XVI, yaitu sejak ditandatanganinya Perjanjian Westphalia 1648, yang mengakhiri perang 30 tahun (thirty years war) di Eropa. Sejak saat itulah, mulai muncul negara-negara yang bercirikan kebangsaan, kewilayahan atau territorial, kedaulatan, kemerdekaan dan persamaan derajat. Dalam kondisi semacam inilah sangat dimungkinkan tumbuh dan berkembangnya prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum internasional**)
_________
*)Kusamaatmadja Mochtar, Pengantar Hukum Internasional, (Bandung:Putra Abardin, 1999), p.50.
**)Phartiana I Wayan, Pengantar Hukum Internasional, (Bandung:Mandar Maju, 2003),p.44


Contoh Kutipan Pada Novel

Kutipan novel : Pergi ke Bulan
Karya : Darwin
Penerbit : Pinneaple, 2000
Apa yang dilakukan Prodo benar-benar membuat Pragina kesal. Perempuan itu berpikir bahwa Prodo, suaminya, telah berbuat tidak adil kepadanya.
“Mas, aku tidak bisa menerima perlakuan seperti ini,” ungkap Pragina.
“Mengapa? Tugasmu di rumah. Mengurus rumah dan anak-anak. Titik!”
Pragina menarik napas dalam-dalam.
“Sementara kau terus bepergian, Mas?” Tanya Pragina lemah.
“Ya”
“Berminggu-minggu?”
“Ya”
“Lukas dan Toni selalu menanyakanmu.”
“Itu tugasmu sebagai ibu untuk memahamkan mereka bahwa ayah
mereka harus pergi mencari nafkah!”
“Baiklah.” Pragina menyerah dan putus asa.
Prodo mengangkat kopernya dan melangkah menuju mobil. Mendadak ia merasakan sesuatu yang aneh menyelimutinya. Ketika ia menoleh, sepasang mata mungil Tony mengamatinya dengan berkaca-kaca.
“Ayah mau kerja?” tanya Tony. Prodo mengangguk.
“Lalu, mengapa harus membuat Ibu menangis?” lanjut Tony. Prodo terkejut mendapat pertanyaan macam itu. Pikirnya, ”Pragina benar-benar tidak mampu merawat anaknya dengan pikiran-pikiran yang baik.”
“Kalau Ayah mau pergi kerja, pergi saja, tapi jangan bikin ibu nangis. Tony berjanji tidak akan minta oleh-oleh lagi dari Ayah, tidak akan menganggu Ayah pulang kerja, tidak akan merengek-rengek pada ibu agar Ayah cepat pulang, tidak akan nakal lagi agar Ayah tidak marah, tapi Ayah jangan marahi ibu lagi. Tony sedih kalau lihat ibu menangis.” Kata-kata Tony tersebut, benar-benar membuat Prodo tercekat. Ia meletakkan kopernya dan memeluk tubuh Tony erat-erat.

Tugas Softskill Bahasa - 3

KUTIPAN DAN CATATAN KAKI

KUTIPAN
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote).

Dalam penulisan Kutipan terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Penulisan nama pengarang menggunakan nama akhir disertai tahun.
2. Jika pengarangnya dua orang, ditulis nama akhir kedua pengarang tersebut.
3. Jika pengarangnya lebih dari 2 orang, tuliskan nama akhir pengarang pertama diikuti dkk.
4. Jika nama pengarangnya tidak ada, yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran.
5. Untuk karya terjemahan, nama pengarang yang dituliskan adalah nama pengarang asli.
6. Mengutip dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh pengarang berbeda, dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.

Jenis kutipan ada dua macam :
1) Kutipan Langsung: salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa perubahan. Kutipan langsung kurang dari lima baris ditulis berintegrasi dalam teks, spasi sama, pias (margin) jugasama, diapit tanda petik, dan pada akhir kutipan diberi nomor untuk catatan kaki.
-Contoh kutipan kurang dari lima baris : Dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan disebutkan bahwa ”unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.”¹ ¹Dendy Sugono (penangg. Jwb), Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, (Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2004), hlm. 23

Kutipan langsung lima baris ke atas ditulis terpisah dari teks, spasi rapat (satu spasi), margin kiri masuk ke dalam teks lima spasi, dari margin kanan tiga spasi, dan pada akhir kutipan diberi nomor catatan kaki.
-Contoh kutipan langsung lima baris ke atas : Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia disebutkan bahwa : Ragam bahasa standar memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standart tidak dapat berubah setiap saat. Kaidah pembentukan kata yang menerbitkan perasa dan perumus dengan taat asas harus menghasilkan bentuk perajin dan perusak dan bukan pengrajin atau pengrusak.² Ketaatasasan ragam baku ini dalam penulisan ilmiah perlu dilaksanakan secara konsisten sehingga menghasilkan ekspresi pemikiran yang objektif. ²Moeliono, Anton M. (ed), Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988), h. 13

2) Kutipan tidak langsung: menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Cara menyadur ada dua macam, masing-masing berbeda cara, tujuan dan manfaatnya:
- cara pertama meringkas, yaitu menyajikan suatu karangan atau bagian karangan yang panjang dalam bentuk ringkas. Meringkas bertujuan untuk mengembangkan ekspresi penulisan, menghemat kata, memudahkan pemahaman naskah asli, dan memperkuat pembuktian.
- cara kedua ikhtisar, yaitu menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk ringkas, bertolak dari naskah asli, tetapi tidak mempertahankan urutan, tidak menyajikan keseluruhan isi, langsung kepada inti bahasan yang terkait dengan masalah yang hendak dipecahkan.

CATATAN KAKI
Catatan kaki (footnote) adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

A. Fungsi catatan kaki
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan karya orang lain.

B. Pemakaian Catatan kaki dipergunakan sebagai :
1.Pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam reks atau sebagai petunjuk sumber
2.Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula
3.Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan;
4.Tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.

C. Penomoran
Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.

D. Penempatan
Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan (catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks.

E. Unsur-unsur Catatan Kaki
-Untuk Buku:
1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
3) Nama atau nomor seri, kalau ada.
4) Data publikasi : Jumlah jilid, kalau ada Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis Nama penerbit, diikuti koma di antara. Tahun penerbitan. tanda kurung
5) Nomor jilid kalau perlu
6) Nomor halaman diikuti titik (.)
-Untuk Artikel dalm Majalah/Berkala:
1) Nama pengarang.
2) Judul artikel, di antara tanda kutip (“…”).
3) Nama majalah, digarisbawahi.
4) Nomor majalah jika ada.
5) Tanggal penerbitan.
6) Nomor halaman.

Perlu diketahui bahwa banyak cara yang teiah diterapkan sehubungan dengan pemakaian dan penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar kepustakaan. Dalam pelaksanaannya mungkin setiap instansi / perguruan tinggi menerapkan aturan-aturan yang berbeda-beda dalam penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar kepustakaan, namun ketiga hal yang telah dijelaskan di atas memiliki fungsi, yakni fungsi catatan kaki yaitu:
• Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
• Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
• Memudahkan penilaian penggunaan sumber data.
• Memudahkan pembeda data pustaka dan keterangan tambahan.
• Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
• Meningkatkan estetika penulisan.
• Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi
• Memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.

Minggu, 04 November 2012

Tugas Softslkill Bahasa - 2

CONTOH KARANGAN INDUKTIF Pemanasan Global Sebagian manusia yang hidup di bumi ini rasanya kurang peka bila menangapi seriusnya masalah yang terjadi akibat kebiasaan yang sudah mereka lakukan sehari-harinya. Mereka terlihat begitu cuek dan kurang bahkan hampir tidak menghiraukan apa yang akan terjadi nanti terhadap bumi kita. Contohnya penebangan hutan secara liar dan efek rumah kaca bisa membuat bumi kita menjadi semakin panas, atau biasa kita menyebutnya dengan global warming. Iklimpun sudah mulai tidak stabil lagi. Daerah-daerah yang memiliki iklim subtropis akan menjadi lebih lembab karena penguapan air laut, daerah yang dahulunya mungkin mengalami salju ringan akan tidak mengalami hujan salju lagi atau badai akan biasa terjadi dan contoh lainnya. Peningkatan permukaan laut terjadi ketika lapisan laut menghangat maka lapisan permukaanya juga akan menjadi lebih menghangat, daerah kutub es akan mencair. Itulah beberapa contoh dari perubahan yang telah dialami bumi akibat pemanasan global. Banyak negara yang sudah memindahkan populasi di daerah pantai ketempat yang lebih tinggi. Selain itu juga kita harus mencegah karbon dioksida yang di lepaskan ke atmosfer dengan cara menyimpan gas tersebut ( menghilangkan karbon ) lebih dini dan kita harus biasa mengurangi produksi gas rumah kaca. Dengan melakukan 2 cara itu kita akan bisa menghambat efek rumah kaca yang bisa mengakibatkan pemanasan global. Seperti yang kita telah ketahui, pemerintahah kita telah menghimbau agar belajar menjalankan program tanam seribu pohon. Dengan melakukan penanaman pohon dan memelihara pohon dengan baik, terutama yang mudah dan cepat tubuh petumbuhanya dapat menyerap karbon dioksida yang sangat banyak serta bisa memecah melalui fotosintesis. Menanam pohon adalah cara yang sangat mudah dilakuan oleh siapapun untuk menjaga bumi kita dari pemanasan global. Jika kita mencintai bumi kita , kita harus menjaga dan merawat bumi kita dengan baik.

Tugas Softskill Bahasa - 1

ETIKA DALAM MEMBUAT BLOG Menurut para ahli, etika adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal darikata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Etika Dalam Membuat Blog Antara Lain : 1. Menghargai perlindungan atas Hak Kekayaan Intelektual dengan tetap menghindari terjadinya pembajakan, plagiarism, dan tidak lupa untuk selalu mencantumkan nama sumber setiap apabila mengutip karya orang lain. 2. Tidak mendiskreditkan kepada pihak lain dan harus selalu berkomitmen dalam menulis secara proporsional. 3. Tidak menampilkan yang mengandung unsur pornografi yang melanggar Undang-Undang. 4. Harus ada unsure berbagi pengetahuan, kebaikan dan yang sifat memberikan hal positif melalui blog masing-masing. 5. Tidak cuma menulis berdasarkan fakta yang diyakini diri sendiri tetapi bisa dibuktikan atau diperrtanggung jawabkan kebenarannya dengan tetap dilandasi etika kesopanan dalam menulis. 6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar. 7. Tetap menjunjung tinggi kesopanan dan harus saling menghormati dalam mengomentari blog yang dikunjungi. 8. Tidak melakukan hal tercela seperti hack pada blog lain. 9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA yang melanggar Undang-Undang. 10. Sebisa mungkin menggunakan bahasa yang sopan dan baik dalam menulis. 11. Harus menciptakan rasa kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi dengan tetap tidak melanggar hak-hak orang lain. 12. Bersedia meralat informasi yang telah diterbitkan dalam blog apabila di kemudian hari terdapat kesalahan yang telah dilakukan