Rabu, 18 April 2012

pengakuan

Apakah ada yang tahu?
Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai?
Aku tahu, hidup ini sungguh aneh juga tidak adil.
Suatu kali hidup telah melambungkanmu setinggi langit.
Kali lainnya hidup menghempaskanmu seketika begitu keras ke bumi.
Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yg paling ku butuhkan dalam hidup ini.
Kenyataan berteriak ditelingaku.
Ia juga satu-satunya orang yang tidak boleh ku dapatkan.
Kata-kataku mungkin terdengar agak aneh dan tidak masuk akal.
Tapi percayalah, aku rela melepaskan apa saja.
Melakukan apa saja, asal bisa bersamanya.
Tetapi, apakah manusia bisa mengubah kenyataan yang sudah ada?
Satu-satunya yang bisa ku lakukan sekarang adalah keluar dari hidupnya.
Aku tidak akan melupakan dirinya.
Tapi aku harus melupakan perasaanku kepadanya.
Walaupun itu berarti, aku harus menghabiskan sisa hidupku mencoba melakukannya.
Pasti butuh waktu lama untuk aku bisa menatap tanpa merasakan apa yang aku rasakan setiap kali aku melihatnya.
Mungkin suatu hari nanti, ya.
Aku tidak tahu kapan itu rasa sakit ini akan hilang.
Dan setelah semua itu kami akan baru bertemu kembali.
Memulai semua dari awal lagi.
Sekarang saat ini saja, untuk beberapa detik saja, aku ingin bersikap egois.
Aku ingin melupakan semua orang.
Mengabaikan dunia.
Dan melupakan asal usul serta latar belakangku.
Tanpa beban, tuntutan atau harapan.
Aku ingin mengaku.
Aku pernah mencintainya dengan tulus tanpa balas...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar