Jumat, 09 Desember 2011

pilihan? apa itu?

Kejebak diantara 2 pilihan itu bikin galau. Tapi adang bikin stuck. Kita dituntut ngga cuma sekedar milih pakai otak tapi juga hati.

But gimana caranya kalo misalnya ternyata otak memilih apa yang ngga hati lo mau? Dan gimana andai hati lebih salah daripada otak? Kurang logis sih, tapi kenyataannya ini hidup. Apa aja bisa kejadian. Kadang, kita dituntut untuk menggunakan otak biar bisa menyentuh realita. Ngga bohong, pasti lo mau yang lebih baik dan terus pengen menangin pertarungan antara hati atau otak?

Di hidup gw terlalu banyak kata yang semestinya dikeluarin dari hati, tapi ngga bisa terucap lewat mulut, dan itu rasanya… ngenes. Gondok.

Yang seharusnya bisa, kadang jadi ngga bisa. Yang seharusnya jalan, suka malah jadi berhenti. Yang seharusnya ikut, bisa jadi ngga ikut.

Lepas dari semua susunan kalimat yang gw tulis. Ambillah waktu buat berdoa, itu adalah sumber ketenangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar