Selasa, 13 Maret 2012

bisnis itu............

Gue ngerasa Indonesia udah cukup banget konser-konser dari luar negeri di awal tahun 2012 sampai pertengahan 2012 ini, cukun menarik buat kalian yang fanatik. Hmm... Pantas saja guru ngaji gue suka sewot bilang "giliran bbuat nonton konser aja bisa tapi disuruh awal jumat dikit, bayar maulid susah!" Oh well...
Memang yaa kesenjangan sosial di Indonesi, gue khususkan Jakarta itu sangat-sangat berbeda jauh dari yang lain.
Masyarakat Jakarta yang ekonominya rendah atau di bawah rata-rata mau makan aja susah, bisa makan sehari 3x juga udah syukur banget apalagi berkesempatan nonton konser artis luar negeri di Ibukota. Sedangkan masyarakat Jakarta yang keadaan ekonominya menegah dan menengah ke atas dengan sangat mudahnya ngeluarin uang dengan cuma-cuma hanya untuk nonton konser yang kurang lebih berlangsung hanya 2-3 jam. Mau dibilang Indonesia negara miskin... tapi gue pikir ngga juga sih, banyak juga yang kaya raya. Dibilang Indonesia negara kaya... ngga juga sih, banyak yang miskin kan?

Kadang gue suka iseng ngitung dengan hitungan kasar berapa sih omzet promotor seperti mereka? Dan ternyata hitungan kasar dan halus pun pasyi bisa menyentuh angka 'M'. Ya ngga sih?
Nih ya gue simpulin pada dasarnya tuh banyak masyarakat yang konsumtif, suka ikut-ikutan bahkan mendahulukan gengsi. MAKANYA! Sebenarnya peluang bisnis itu besar! masyarakat Indonesia udah terbukti kok 'banyak' yang ekonominya menengah dan menengah ke atas. Kalau gue coba pakai hitungan kasar lagi, kapasitas konser Lady Gaga PASTI nya lebih dari 8.000 orang dong? Yaa kurang lebih 8.000 orang bisa untuk masyarakat yang ekonnominya menengah sampai menengah ke atas. Terus gue bandingin sama konser Maroon5 tahun 2011 lalu, tiketnya tuh habis dalam 'sekejap' doang. Asal lo tahu, panitia bilang "tiket tinggal harga yang 800rb ke atas" ya taoi orang tetep aja pada beli kan? Ngga mikirin harga kan?
Nah berarti, memiliki bisnis dengan target market middle-high itu sebenarnya punya potensi yang juga bagus dan besar kalau kita menggunakan strategi tepat. Kadang sesekali gue denger ada yang nanya "memang kalau harganya X ada yang mau beli? Kemahalan itu mah"
Menurut gue prinsipnya, you get what you pay. Buat customer yang memang merasa pantas membayar seharga X, diberikan pelayanan, jasa dan produk yang sepantasanya, why not? Kita pikir aja deh ya kenapa orang mau beli tiket Lady Gaga yang 2,250jt? Karena customer tuh menganggap apa yang mereka bayarkan sesuai dengan apa yang akan mereka dapatkan. Kalau memang produk berkualitas bagus, design menarik, tapi memberikan harga yang 'tinggi' ya ngga masalah. Its okay bukan?
Yang gue tahu, mahal dan murah itu subjektif :)
Dari analisa yang gue dapet ini, jadi berpikiran untuk mencoba terjun ke dunia bisnis yang sebenarnya mempunyai peluang yang besar buat gue. Bismillah gue yakin gue bisa!!! AMIN!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar